Friday, March 6, 2026

Kebundia

18 Maret 2025

Aku punya kebun, kunamakan kebundia. Mengapa kebundia?karena memang segalanya adalah tentang dia. Di kebun ini ada bermacam-macam pohon, bunga, dan tanaman sayur. Pule, katapang kencana varigata, kamboja, tabebuya, moringa, pepaya, jambu, pucuk merah, dan lee kuan yeaw. Sayurannya beraneka ragam silih berganti tumbuh. Tomat, cabe, kangkung, bayam, kailan, pokcoy, kacang panjang, mentimun, terong ungu. Tanaman herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, kencur, pandan, kemangi, sereh wangi, sirih gading, bunga telang, rosella, melati, rosemary, turut menyemarakkan suasana kebun.  Sisanya, berbagai rumput liar yang sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti pegagan, daun semanggi, meniran, dan sirih cina.  

Aku merawat mereka dengan mengandalkan sumber daya yang kumiliki. Pupuk yang kuberikan berasal dari sisa sampah dapur yang diolah menjadi kompos, begitu juga dengan pestisida berasal dari limbah dapur, seperti kulit bawang. Aku membiarkan mereka tumbuh begitu saja mengalir apa adanya, pengetahuanku tentang berkebun juga masih sangat minim, aku memang masih harus belajar lagi. 

Kebundia ini menjadi salah satu sumber kehidupanku. Selain membuat udara di rumah menjadi lebih sejuk mereka adalah penyembuh, membuat hidupku jadi seimbang dan selaras. Setiap pagi aku menginjak tanah basahnya, melihat bunga-bunga yang bermekaran, menyaksikan serangga yang hillir mudik. Bersama mereka, tak terhitung berapa banyak kehidupan makhluk lainnya pun tumbuh.  

Monday, March 24, 2025

Rumah

26 Februari 2025

Hampir dua bulan saya menempati rumah baru, yang berbentuk kotak, berukuran dua puluh delapan meter persegi. Warna putih mendominasi seluruh sudut, ada banyak jendela dan menghadap semua arah mata angin memberi kesan luas, terbuka dań terang. 

Saat ini, penghuni tetap rumah adalah kami berenam. Saya, Dy, dan anak-anak berkaki empat, Gato, Alpha, Cello dan Edo. Halamannya yang luas menjadi tempãt bermain kami.

Barang yang sedikit adalah siasat kami agar rumah kecil ini menjadi nyaman untuk ditinggali. Tak banyak distraksi, hanya ada kekosongan.  Semua benda terlihat dan jelas kegunaannya,  dibutuhkan dan dipakai berulang kali. 

Letaknya di desa, suasananya masih alami, segar, tenang dan sunyi. Sawah membentang luas, banyak pepohonan, warna hijaunya menyejukkan mata. Langitnya jernih, jika hari cerah, awan-awan putih bergumpal akan menari-nari, saling berkejaran. Sore datang dengan membawa warna orange kemerahan yang menyala. Tiba waktunya malam, ada pertunjukan bintang yang banyak bisa dilihat mata telanjang dan planet yang terang dan jelas, menemani bulan, menambah keindahan dalam gelap. 


Thursday, March 13, 2025

Menemukan Jalan Pulang

Desember 2024


Dalam hitungan hari, seluruh manusia di bumi akan merayakan malam pergantian tahun. Tahun berganti, angka berubah. Ini selalu menjadi peristiwa sakral yang dinanti karena seringkali dijadikan penanda perubahan kehidupan seseorang. 

Bagi saya, tahun baru kali ini menjadi berbeda. Tak lagi menikmatinya sebagai malam gemerlap yang penuh cahaya kembang api, tetapi menjadi pengingat sejauh mana jiwa ini telah bertumbuh. 

2024 tahun yang istimewa, karena sepanjang yang saya ingat proses pencarian diri menjadi terang benderang. Sebenarnya, semua dimulai pada tahun 2022 ketika proses pemulihan luka batin. Seiring trauma dan kekacauan dalam hidup saya pelan-pelan pulih, banyak pintu mulai terbuka. Bukan hanya diri tetapi saya akhirnya menemukan jalan pulang.

Pulang menjadi suatu hal yang menakutkan karena banyak yang tak tahu jalannya. Terperangkap dalam kebahagiaan semu tanpa disadari sampai melekat hingga tak mau jika kepastian itu tiba. Hanya sedikit yang yakin kemana jiwa ini pergi setelah kematian. 

Wednesday, December 25, 2024

Mengalami dan Menyaksikan

November 2024

Usia saya 38 tahun, tentunya ada banyak peristiwa yang sudah saya alami dan saksikan. Mulanya, seperti kebanyakan orang lainnya, saya menganggap bahwa hidup itu sangatlah sulit, rumit. Anggapan ini juga tak lepas dari pengaruh orang-orang terdekat yang selalu menyuarakan tentang kesengsaraan hidupnya. Beragam persoalan seringkali mampir membuat resah, putus asa hingga tak jarang menyalahkan semua hal. Kesenangan juga ada tapi biasanya hanya sesaat, setelah itu menghilang perasaan berganti kembali menjadi datar. Banyak gejolak pikiran dan perasaan negatif yang semakin hari semakin bertambah, menyebabkan rasa frustasi. 

Hidup yang saya jalani dengan penuh ketidaksadaran berlangsung teramat lama. Hari-hari berjalan begitu saja.  Semuanya dijalani sebagai kesepakatan yang dibuat oleh sekelompok orang atas siklus hidup yang harus dilalui. Pagi, siang, malam hanyalah tentang kondisi waktu. Tak ada yang spesial. Tiba-tiba waktu telah berlalu. 

Baru dua tahun belakangan ini saya menyadari tentang bagaimana seharusnya konsep manusia hidup di bumi. Paparan pengetahuan baru membukakan mata tentang kesalahan fatal mengenai cara hidup yang selama ini digenggam erat.

Tuesday, November 19, 2024

Channel Youtube Favorite

 3 Mei 2024

Hari ini seperti hari kemarin dan hari-hari sebelumnya, hampir selama dua tahun ini saya hanya melakukan sedikit aktifitas. Bangun tidur kemudian bermeditasi, memberi makan kucing, mendengarkan ceramah dhamma di youtube kemudian jalan pagi, atau yoga, dan sesekali berenang. 

Sepanjang siang biasanya saya melewati hari dengan menonton video di Youtube, channel-channel yang menemani proses jiwa bertumbuh. Ada channel ceramah dhamma, kontennya seperti audiobook. Buku-buku yang dibacakan adalah buku-buku yang berisi ajaran dhamma yang ditulis oleh guru-guru dhamma terkenal di dunia seperti Ajahn Bhram, Ajahn Chah, Thich Nath Hanh, Ajahn Mun, dll. Dari channel inilah mula-mula saya belajar tentang mengapa manusia menderita dan bagaimana mengakhiri penderitaan. 

Channel Lainnya yang sering saya kunjungi adalah channel Todd Perelmuter. Ia seorang penulis, spiritualis. Dengan pembawaannya yang lembut Todd memberi banyak pengetahuan tentang apa itu kesadaran dan bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupan. Ia sosok yang mengalami perubahan jiwa ,dari menjalani hari-hari di New York City sebagai manusia dewasa yang hidup mengikuti kemauan sistem dunia hingga menjadi seorang pejalan yang mencari kekayaan jiwa. 

Pindah ke Solo

September 2024


Perjalanan hidup membawa saya ke kota ini, kota yang pertama kali saya kunjungi hampir enam belas tahun lalu. Kala itu, saya masih kuliah, dengan tubuh kecil, tak punya harapan, uang, teman, mimpi. Satu-satunya yang nampak jelas dan dipunyai hanyalah sikap keras kepala. 

Tak pernah terbayang dalam angan, bahwa saya akan mengalami hidup di kota ini. Tinggal dan menetap di sini. Sejak kedatangan yang pertama, saya telah jatuh cinta. Kota ini jika malam sangat gelap, lampu-lampu jalannya tak mampu menerangi, membuat kecantikan Solo menjadi tersembunyi. Namun, temaramnya justru mampu menyamankan, memberi rasa hangat, dan kesunyian, menyebabkan malam merangkak begitu pelan. 

Ini bukan sebuah kebetulan. Mungkin, tanpa disadari saya memang menginginkannya, atau bahkan mungkin ada keterhubungan, keterikatan, sebuah janji dengan kota ini yang harus saya tuntaskan. Sehingga, saya semakin tertarik ke dalamnya, entah itu melalui perjumpaan yang sebentar dengan orang-orang yang tinggal di sini, ataupun dalam sebuah relasi cinta yang panjang dan terawat.

Tuesday, July 2, 2024

Surat untuk Seorang Kawan

Januari 2024


Hai kawan, saya tergerak menulis surat setelah mendengarkan ceritamu. Saya mengamati apa yang kamu alami. Ini sebagai bentuk dukungan agar kamu tidak terlarut dalam kesedihan dan kebingungan. Masalah keuangan, hubungan tidak sehat dengan pasangan, keluarga atau teman, masalah pekerjaan umumnya dikeluhkan juga oleh hampir semua orang.

Mendengar ceritamu saya mengamati bahwa manusia mudah sekali jatuh dalam lubang penderitaan. Penderitaan ini harus diketahui sumbernya agar dapat dihilangkan. Biasanya bahkan hampir selalu, sumbernya adalah hal-hal eksternal, tapi hal eksternal ini lahir karena pikiran-pikiran kita yang liar dan ego yang terus dipelihara. 

Jalan satu-satunya adalah mencoba menjauh dari penyebab penderitaan. Menepi untuk memberi ruang pada diri sendiri, diri yang selalu ditinggalkan, diabaikan. Kegaduhan di kepala kita harus dihentikan. Menyadari bahwa kita hadir di waktu sekarang yang sebenarnya aman-aman saja. Jika mau ditelaah lebih jauh, sebenarnya yang terluka adalah ego kita, bukan diri kita. Diri kita yang sebenarnya baik-baik saja dan aman. 

Tak ada hal yang paling berharga yang kita miliki saat ini kecuali waktu. Aset berharga ini banyak dicuri oleh pikiran dan ego, sehingga kita selalu sibuk dan kehabisan waktu, lupa bahwa manusia di bumi untuk menjalani kehidupan bukan untuk menjalani situasi kehidupan.