18 Maret 2025
Aku punya kebun, kunamakan kebundia. Mengapa kebundia?karena memang segalanya adalah tentang dia. Di kebun ini ada bermacam-macam pohon, bunga, dan tanaman sayur. Pule, katapang kencana varigata, kamboja, tabebuya, moringa, pepaya, jambu, pucuk merah, dan lee kuan yeaw. Sayurannya beraneka ragam silih berganti tumbuh. Tomat, cabe, kangkung, bayam, kailan, pokcoy, kacang panjang, mentimun, terong ungu. Tanaman herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, kencur, pandan, kemangi, sereh wangi, sirih gading, bunga telang, rosella, melati, rosemary, turut menyemarakkan suasana kebun. Sisanya, berbagai rumput liar yang sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti pegagan, daun semanggi, meniran, dan sirih cina.
Aku merawat mereka dengan mengandalkan sumber daya yang kumiliki. Pupuk yang kuberikan berasal dari sisa sampah dapur yang diolah menjadi kompos, begitu juga dengan pestisida berasal dari limbah dapur, seperti kulit bawang. Aku membiarkan mereka tumbuh begitu saja mengalir apa adanya, pengetahuanku tentang berkebun juga masih sangat minim, aku memang masih harus belajar lagi.
Kebundia ini menjadi salah satu sumber kehidupanku. Selain membuat udara di rumah menjadi lebih sejuk mereka adalah penyembuh, membuat hidupku jadi seimbang dan selaras. Setiap pagi aku menginjak tanah basahnya, melihat bunga-bunga yang bermekaran, menyaksikan serangga yang hillir mudik. Bersama mereka, tak terhitung berapa banyak kehidupan makhluk lainnya pun tumbuh.
Kebundia menampung banyak cinta dari matahari, air hujan, mikroorganisme yang ada di bawah tanah juga serangga-serangga yang turut merawatnya. Meskipun, seringkali serangga dianggap hama yang merusak dan memakan daun-daun, țapi keberadaan hama menjadi penyeimbang kehidupan. Kebundia adalah rumah bagi seluruh makhluk, mereka diizinkan hidup di dalamnya. Hidup memang tentang mekar dan layu, tumbuh dan mati, subur dan kering.
Saat ini kebundia adalah laboratorium kehidupan yang dengan kehadirannya hidup menjadi lebih mudah dan penuh cinta.
Di Kebundia, Gato, Alpha, Cello, Edo dan ayam-ayam menghabiskan harınya. Mereka sangat gembira, memakan tanaman yang bisa mereka makan, mengejar serangga, bersembunyi di antara semak ataupun sekedar berteduh. Di Kebundia juga aku biasa bermeditasi pagi. Suasana sejuk, segar, dan riuh suara burung menjadi musik alami pengiring menuju kesadaran tertinggi.
Kebundia teruslah tumbuh sehat dan bahagia, mari kita bersama saling merawat dan menyembuhkan untuk jangka waktu yang lama.
No comments:
Post a Comment