kamu hadir berdesak-desakan diantara kerumunan orang-orang, sesekali ekor matamu mencari sesuatu, sesuatu yang tidak kamu pernah kamu temukan sebelumnya, aku menamaimu Tesla, entahlah tiba-tiba aku suka dengan nama Tesla, nama yang mengingatkanku akan ilmu fisika, satuan yang mengukur tentang intensitas medan magnet. aku tak mengenalmu, tapi aku juga tak berhenti untuk terus mengekormu.
kamu kemudian keluar dari kerumunan itu, menyadari bahwa apa yang kamu cari tak lagi nampak, langkahmu lunglai, sesekali terlihat kamu mengambil nafas, kamu tak pernah menyadari kehadiranku, padahal aku dekat, sangat dekat dengan tempatmu saat ini. tak jelas terdengar gumaman yang menurutku lebih dari sekedar gumaman, mungkin nyanyian... nyanyian dari hati.
lihat Tesla, langit begitu cerah, kenapa kamu menghabiskan waktu hanya untuk berdiam diri, aku melihat energimu sangat besar, langkahmu sangat panjang, ingat waktu tak pernah berhenti, entahlah apa semangatku yang kubisikkan kepadamu sampai dengan sempurna, karena setelahnya kulihat kamu tersenyum berjalan ke arah timur dimana tempat matahari terbit, aku tak mengerti dengan tujuanmu, mungkin kamu ingin ketempat paling timur, ingin melihat dengan jelas si bintang timur yang cantik terbit?entahlah aku tak mau menebak-nebak.
hari hampir sore, dan langkahmu belum terhenti, ratusan kilometer langkah yang telah kamu lewati, tercium dari aroma keringatmu yang menyengat, kamu bahkan tak mengijinkan sedetik saja waktu untuk dahagamu padahal sungai dengan air-air jernih telah banyak kamu lalui sedari tadi, Tesla... akan berhenti dimana ini, apakah aku harus pulang ke rumahku, sedari tadi aku membuntutimu dan kamu tak mengetahui keberadaanku, kamu terus melangkah, raja siang telah berganti dengan dewi malam yang indah, apa yang kamu cari??
tiba-tiba langkahmu terhenti, pandanganmu menatap lurus dan berbinar melihat sebuah rumah sangat sederhana, tidak ada kemewahan terlihat disana paling kutebak isinya hanya tikar, dan meja kursi kayu saja, tapi matamu berbinar... apa Tesla yang kau cari. kamu mempercepat langkahmu, dan detik berikutnya kamu berada di depan pintu rumah, bahkan tak pantas kusebut rumah mungkin gubuk, pelan kamu mengetuknya, lalu tampak sesosok anggun... sederhana, sesederhana apa yang dia miliki, tak ada kesan angkuh maupun mewah dalam dirinya, oh ini??yang membuatmu rela berjalan ratusan kilometer?oh ini yang membuat seluruh badanmu lengket dan bau keringat?dia..?? pantaskah dia kau kejar?karena aku tak melihat sesuatu yang istimewa dalam dirinya.... upsss.. sebentar aku salah, aku melihat binar paling indah dimatanya, binarnya si bintang timur yang benar-benar nyata tak hanya ilusi.
Tesla, aku mengerti sekarang...
bintang timur mu telah kau jemput, apakah kamu akan segera kembali ke barat, ketempat dimana kamu berasal?
No comments:
Post a Comment