Saturday, October 25, 2008

Sakit....

urghhhhh......... Speechless ratusan duri seolah gak mau melepaskan ikatannya dari hati ini sakit.....sakit banget mohon pergi sekarang juga... aku hanya ingin damai... kalo pun engkau masi betah bercokol menancap erat dihati ini tolong longgarkan tusukanmu... biar aku bisa bernafas... hmmm.... duri2 ini uda terlalu lama menancap terus... 4 tahun lalu... dan sampai sekarang tuh duri sialan masi betah enyahhhhhhhhh...

Sunday, October 12, 2008

Ketika di Persimpangan

Aku gak tau apa yang saat ini terjadi dengan hatiku, bagian organ tubuh, yang sangat penting ini sedang mengalami dilema...(cieh gaya dilema)... Orang datang silih berganti, menawarkan manisnya cinta, dan gak sedikit yang menancapkan duri disitu... sakit hati??ya"...selalu seperti itu, tapi sekali lagi, aku mempunyai sahabat yang bijak, setiap katanya seolah pacuan bagiku untuk selalu lebih baik lagi, orang paling bijak yang pernah ku temui...darimu...aku memperoleh suatu istilah "sakit hati itu indah Na..." awalnya aku ngakak..sakit hati kok dibilang indah, tapi sumpah deh, dia ngejelasinnya dengan kata2 yang tak pernah terlintas dalam otakku...dari sakit hati itu bisa keluar air mata...entah gimana simpul2 syaraf otak menyampaikannya...tapi yang pasti sungguh indah banget,...dari situ kita akan sadar kalo kita emang bener2 manusia yang mempunyai hati, so...buat kalian yang sering sakit hati berbahagialah coz..kalian akan menemui banyak keindahan disitu huehuehue.... thx 4 being u in my life, aku benar2...sangat berterima kasi untuk adanya kamu, kamu memberikan arti hidup ini, semua ucapanmu, aku tancapkan jelas di memori otakku, yang alhamdulillah hardisk di otakku gak pernah penuh... kini aku sedang berjalan di jalan bercagak(baca=cabang), cagak kekiri...menampakkan jalan yang lurus berbatu, jalan yang kanan berkelok tapi mulus maklumlah jalanan itu dihotmik.. hmmm...apakah aku harus mundur, mengambil alternatif jalan lain, mencari jalan yang lurus dan berhotmik, hmm...kayaknya itu yang akan menjadi pilihanku saat ini, aku gak mau ambil resiko...aku terlalu takut, meski untuk kembali mundur pun...aku enggan...tapi aku coba deh, aku akan mundur kembali...yup aku mundur kembali untuk mencari jalan yang lurus dan berhotmik hmm...perjalananku masi sangat panjang... with Love "Na

Friday, September 12, 2008

Semester 7

Wahhh....gak terasa, uda masuk semester 7 lagi, hmmm...3 tahun berarti uda aku lewatin di jatinangor...cepet juga ya...

jadi inget awal-awal kuliah, banyak orang asing hahahha...banyak orang padang, aku gak ngerti apa yang mereka omongin, aku deketin temanku, eh ada juga yang sunda...hehhehe..ninit yang super duper cepet ngobrolnya....secepat kecepatan cahaya:D

Fatikah juga kocak tuh anak, anaknya pinter tapi lemot...wakakak, masa (konversi) ngerubah satuan dari joule ke elektron volt di kali??kan di bagi mustinya:d

Belum lagi dosen2 Ficika yang duh...ada killer...(ehm my dosen wali), ada yang cakep, dan yang paling banyak si yang uda tua...hehehe..peace ah..pak prof..RES, prof. Bernard. Dr. Komar,..dll

Tak Terlupakan dan tak tergantikan, bagian Tata Usaha...Pak Warto, yang super duper menyenangkan (dalam kesedihan coz dirimu ud pindah ke dekanat):(

Piju yang Riweuh...hahhaha...duh anak2 Fisika pada serba-serbi...aneh2, kucel-kucel, rambut berantakan, kacamata tebel2, duh untung aku bukan salah satu diantara yang kucel, berantakan dan tebel itu...waklakak..belum lagi si daniel, wewetnya minta ampun, dari 80an anak fisika,...cuma beberapa yang bisa aku tulis disini...

hiks...sebagian (cuma 8 orang si) uda pada ngambil TA...aku mungkin baru sem depan, hmmm gpp deh, yang penting bisa kelar...

Sem 7 ini, kira2 lebih ribet apa lebih nyantei ya....:D
berharap bisa nyantei, trus aku bisa dapet kerja freelance duh....my dream
cuma berharap mudah2an semester ini bisa lebih baik dari sem lalu...
sem ini mudah2an nilai A semua...hahahhaha..amien



with Love
fis 05...Na

Cinta Untuk Bunda

Saat mendengar berita kau sakit, sungguh aku seolah disengat listrik jutaan voltase, jantung yang biasanya berdetak 60-75detak/minute, kini lebih dari itu... Saat itu juga, ingin kulangkahkan kaki keluar kostan menghambur ke pelukanmu, memeluk tubuh lemahmu, mengusap air mata yang selalu meleleh di pelupuk matamu.. Bunda...sungguh tak pernah kubayangkan jalan hidup yang musti kita lewati akan membawamu ke titik "depresi". Bunda, apa yang engkau pikirkan???apa yang ada dalam benakmu saat ini. Saat kau sehat, aku acuh padamu, selalu dengan perasaan gak peduli, marah, kecewa atas keputusanmu untuk menghadirkan keluarga baru untukku, tapi ketika kau sakit, aku seolah jadi anak paling kerdil di hadapan_Nya... Apa yang musti aku lalukan untuk menyembuhkanmu, untuk menyembuhkan luka yang telah aku tanamkan di ulu hatimu, bunda...tataplah aku, tataplah air mata ini yang belasan jam yang lalu selalu keluar dan tak bisa ku bendung lagi. Bunda sadarlah dari sakitmu...sangat kunantikan engkau yang ceria, penuh canda tawa. Aku hanya ingin jadi anak yang berbakti bunda, kucoba cuci kakimu, sambil aku bersimpuh memohon maaf untuk semua dosa yang telah aku lakukan hingga membuatmu sakit, engkau pun tak kuasa menahan tangis, kau peluk aku erat, mencoba mengangkat tubuh ku dan membawanya ke pelukanmu, aku masi tetap dalam posisi menunduk sambil ku usap kakimu dan ku basuh dengan air, aku hanya ingin ridho-mu, aku hanya ingin kau memaafkanku, tak peduli dengan air basuhan kakimu yang sudah bercampur dengan air mataku, saat itu...hatiku hampa...aku hanya ingin kau sehat, aku hanya ingin kau bisa bercanda lagi, kau bisa melihat aku lulus kuliah, kau bisa melihat kakakku menikah, sudahi semua kesedihan ini bunda...aku hanya ingin kau sehat...enyahlah "depresi" yang membuat bundaku menjadi sosok lain yang gak aku kenal.. aku mencintaimu bunda, demi nafas yang aku hirup, aku mencintaimu dengan sangat, melebihi cintaku kepada orang-orang disekitarku, meskipun aku yakin, sampai detik kapanpun tak akan pernah bisa aku balas kasih dan cintamu... aku mencintaimu bunda...sangat, saat kutuliskan ini, semua memori tentangmu hadir.. andai ada kata2 yang bisa mewakilkan perasaan sayangku padamu saat ini... Aku mencintaimu bunda... Aku mencintaimu bunda... lekaslah sembuh... Jadilah sosok bunda yang aku kenal dulu... Aku mencintaimu bunda... Dalam Tangis by...Na

Tuesday, September 2, 2008

Letter 4 U......my friend

Kamu yang selalu membuat jantungku berdegup kencang ketika melihatmu, ketika mengobrol denganmu, ketika mendengar suaramu, ketika mendengar orang2 membicarakanmu, dan ketika tak sengaja kita bertatapan mata. Bukan, bukan karena aku sedang jatuh cinta padamu, bukan juga aku mempunyai rasa sayang yang berlebih kepadamu, melainkan rasa kecewa yang mendalam, rasa sakit hati yang kamu sebabkamn, yang akupun gak tau kapan luka dihati ini akan sembuh...analoginya jika kau tancapkan paku pada balok kayu dan kau cabut kembali paku itu, tetap paku akan meninggalkan bekas...pada balok kayu itu...gak sesempurna bentuk awalnya. Sama halnya denganku maaf tidak akan pernah bisa menghapus luka ini,..meskipun sampai saat ini kata maaf tidak pernah terucap dari mulutmu... Aku...MARAH, Aku benci, dan terlebih aku sangat kecewa padamu..berulang kali kamu melakukan kesalahan, menyakitiku, tapi tak pernah sekalipun kamu meminta maaf, mungkin mulutmu terlalu indah jika kau nodai dengan kata maaf, betapa angkuh dirimu, betapa maha sempurnanya kamu dengan gak pernah meminta maaf kepada orang yang telah kamu sakiti... Hidup adalah pilihan, begitu pula dengan hidup ku, dan kamu gak berhak ikut campur didalamnya, kamu gak berhak menjudge, bahkan kamu gak berhak untuk bersuara mengomentari setiap apa yang aku lakukan... Yang aku mau saat ini, adalah meredakan gejolak darahku, meredakan amarahku, meredakan deru nafasku, meredakan tatapan sinisku, meredakan cacian dan makian dari mulutku, meredakan degup jantungku, dan meredakan kuatnya nafsu marahku ketika aku bertemu kamu..aku ingin meredakan itu semua, karena bagiku kau tetap seseorang yang pernah dekat, meski tak dekat, yang baik, meski tak baik, dan yang perhatian meski tak pernah tau cara menyampaikan perhatian yang benar. Saat ini aku hanya ingin damai denganmu, damai dengan perasaanku dan damai dengan hidupku. Berharap ad bisikan yang menyampaikan pesan ini kepadamu, hingga matamu terbuka, semua indramu bekerja, dan gak menunggu waktu untuk meminta maaf kepada sahabatmu, untuk semua kesalahan yang telah kau lakukan, meski maafnya dirapel gak apa2... Dan akupun demikian, maaf buat kesalahan dan tindakan yang telah aku lakukan, aku tulus mengucapkan ini...maaf adalah kata sederhana yang bisa merubah perang jadi damai, benci jadi cinta, marah jadi sayang...dan hati yang beku jadi cair. Aku menunggu kata maafmu sahabat. With Love

Sunday, August 24, 2008

Kekasih Yang Hilang (part 1)

Kubuka pintu perlahan...berharap nessa dan aryo kaget mendapat surprise dariku, yeah tadi pulang dari kantor aku smepatkan membeli tas sekolah batman buat aryo..juga sekotak coklat kegemaran nessa.. aku mengendap, kututup pintu perlahan, nyaris tanpa suara, kupandangi ruang tamu yang lengang, aku tersipu membanyangkan mereka berdua ada diruang keluarga sedang asyik menonton tv..tapi telingaku tak mendengar suara apapun dari dalam rumah, kulirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiriku,,hadiah dari nessa dihari ulang tahunku 5 tahun lalu, hmm...aku berdecak..jam 17:00..biasanya mereka asyik bermain di ruang keluarga, oh..mungkin nessa lagi memandikan aryo..pikirku sambil terus mengendap perlahan kususuri ruang tamu, tiba aku di ruang berikutnya..ruang keluarga, tempat aku bercengkrama dengan nessa dan aryo..aneh tak ada tanda kehidupan disana, TV dalam keadaan turn off, sofa..karpet sangat rapih tidak berantakan seperti biasanya...aku tak kehabisan akal untuk menemukan mereka berdua dikamar tidur utama, tempatku dan nessa memadu kasih, tempat aryo selalu merengek tidur diantara kedua orangtuanya.. bergegas ku buka pintu kamar...lengang sepi...jantungku berdetak lebih kencang, kucari seantero rumah...dengan langkah kaki panik..nessa..sayang...aryo..dimana kalian...nessa sayang....berlari ku kelantai 2 rumah kami..tak kudapati mereka disana...sayang...aryo...nessa...berulang kali aku sebut nama mereka, tak ada sahutan...kuambil HPku dari saku celana jeansku...kutekan no telp nessa... no yang anda tuju tidak dapat dihubungi...akh..mungkin salah nomor, tapi tidak..aku tekan lagi..dan selalu mendapat jawaban yang sama..oleh-oleh yang kubawa untuk orang-orang yang kucintai tak kuindahkan aku lempar barang itu ke sofa tamu, sembari aku merebahkan diri, menyandarkan kepalaku ke sofa. panik, kesal, takut, bingung...itu yang aku rasakan saat ini sambil terus ku coba menelepon nessa... aku berlari ke kamarku...berharap ada pesan untukku, ternyata tak kudapati satupun, aku mengingat kemana mereka biasa pergi selain dari rumah ini, rumah yang kubangun 10 tahun lalu, untuk kekasihku nessa 15 menit, 30 menit berlalu, 1 jam pun kulewati tanpa perasaan menentu, sungguh aku bingung apa yang terjadi, rumah salam keadaan rapi...sangat rapi.. aku takut...aku panik...mencoba mengingat sesuatu, pikiranku melayang pada kejadian semalem..saat nessa menangis di bahuku, dia menangis sejadi-jadinya...aryo sudah terlelap saat itu..sayangku...honey...kamu kenapa menangis tanyaku?hanya gelengan kepala yang bisa dia lakukan, aku biarkan dia bercengkrama dengan kesedihannya, aku peluk dia erat...separuh nafas dan jiwaku ada dalam dirinya...nessaku sayang betapa aku sangat menyayangimu, aku dedikasikan seluruh hidupku hanya untuk kamu, melihatmu menangis seperti ini tidak seperti biasanya, sungguh aku sangat bingung...perlahan kuangakt wajah cantikmu, menatapmu dalam, kau hanya menunduk, aku hapus air matamu, emosiku akhirnya ikut meledak juga saat itu, tak ikhlas mendapati kamu yang menangis dengan kesedihan yang luar biasa...aku angkat kepalakamu..hingga kepala kamupun tegak menatap aku.."sayang kamu kenapa...dengan suara bergetar dan air mata yang turun perlahan dari sudut mataku"...kamu tetap diam..sperti tadi hanya gelengan yang bisa kamu lakukan...aku tak tahan dengan sikapmu sungguh aku sangat bingung..aku hendak beranjak...ingin pergi meninggalkanmu dan segera memelkuk aryo..my little angel yang sedang tertidur pulas tidak jauh dari tempat kamu saat ini.. semakin aku beranjak, semakin kuat kamu memelukku...dan hanya ucapan lirih yang terdengar dari mulutmu "aku sayang kamu pras,..sangat sayang kamu..aku hanya ingin menjalani hidupku hanya sama kamu sayang"...kembali aku terenyeuh mendengar ucapannya.."iya sayang akupun tau itu, gak ada yang bisa memisahkan kita, kita besarin aryo bareng ya...", kita lihat pertumbuhanya dari hari kehari, anak kita aryo sangat pesat perkembangnayya.."mata kami berdua tertuju menatap aryo si kecil"..nessa akhirnya bisa mengendalikan emosinya, perlahan senyum manisnya membuncah keluar dari bibir mungilnya.."nah gitu dong sayang senyum..kataku, senyummu itu yang membuat aku selalu jatuh cinta lagi padamu.." tanpa aku tahu apa yang dialami da dipikirkan nessa, melihat dia tersenyum sejak 3 jam yang lalu, aku sudah sangat bahagia, dan akupun gak mau mendesak dengan beribu pertanyaan kenapa dia bisa sesedih itu, mungkin nanti waktunya ada untuk dia bercerita padaku..pikirku saat itu" setelah nangis hampir 3 jam, nessaku sayang kelelahan, dia merebahkan badanya disampingku, tertidur dengan posisi memluk aku, selalu seperti itu, posisi paling indah dan kuharapkan tiap malam,.. to be continued ya... with Love Na

Thursday, July 24, 2008

Mimpi Yang Tak Berujung

Ahad....20 Juli 2008, mungkin takkan berarti apa2 buat orang lain, tapi lain bagiku, hari yang penuh tangis, semua perasaan berperang bercokol didasar hati...sedih, bingung, marah, kecewa, tapi tidak satupun dari seribu rasa yang menampilkan rasa bahagia...ingin ku akhiri hidup saat itu, aku merasa sebagai korban dari keegoan orang2 dewasa, orang2 dewasa yang hanya memperdulikan dirinya sendiri... hidup ternyata tak selurus yang dibayangkan, tapi apakah hidup yang berkelok yang pantas dibanggakan??? aku selalu merasa ini adalah mimpi buruk yang tak berujung, ingin ku segera mendengar suara kokok ayam dipagi hari, atau kudengar bunyi alarm my phone menunjukkan pagi telah datang...tapi entah kenapa dua benda itu seolah gak mau melakukan tugasnya...aku ingin segera mengakhiri mimpi ini, bangun dan bergegas menyongsong pagi di hari yang baru dengan semangat dan senyum yang tentunya baru pula. Ingin segera kucium aroma embun pagi, ingin segera ku merasakan sengatan panasnya matahari, ingin segera kulihat langit jingga di ufuk barat, dan ingin segera ku berselimut dengan malam...dan meraih mimpi baru lagi... orang2 yang kucintai, telah menjalani kehidupan yang baru...baru buat mereka tapi sangat asing bagiku, andai aku seperti bunglon yang bisa langsung beradaptasi dengan keadaan barunya, tapi aku hanyalah seorang manusia yang bahkan masih mencari jatidirinya sendiri... aku....dalam mimpi yang tak berujung