Saat mendengar berita kau sakit, sungguh aku seolah disengat listrik jutaan voltase, jantung yang biasanya berdetak 60-75detak/minute, kini lebih dari itu...
Saat itu juga, ingin kulangkahkan kaki keluar kostan menghambur ke pelukanmu, memeluk tubuh lemahmu, mengusap air mata yang selalu meleleh di pelupuk matamu..
Bunda...sungguh tak pernah kubayangkan jalan hidup yang musti kita lewati akan membawamu ke titik "depresi". Bunda, apa yang engkau pikirkan???apa yang ada dalam benakmu saat ini.
Saat kau sehat, aku acuh padamu, selalu dengan perasaan gak peduli, marah, kecewa atas keputusanmu untuk menghadirkan keluarga baru untukku, tapi ketika kau sakit, aku seolah jadi anak paling kerdil di hadapan_Nya...
Apa yang musti aku lalukan untuk menyembuhkanmu, untuk menyembuhkan luka yang telah aku tanamkan di ulu hatimu, bunda...tataplah aku, tataplah air mata ini yang belasan jam yang lalu selalu keluar dan tak bisa ku bendung lagi. Bunda sadarlah dari sakitmu...sangat kunantikan engkau yang ceria, penuh canda tawa.
Aku hanya ingin jadi anak yang berbakti bunda, kucoba cuci kakimu, sambil aku bersimpuh memohon maaf untuk semua dosa yang telah aku lakukan hingga membuatmu sakit, engkau pun tak kuasa menahan tangis, kau peluk aku erat, mencoba mengangkat tubuh ku dan membawanya ke pelukanmu, aku masi tetap dalam posisi menunduk sambil ku usap kakimu dan ku basuh dengan air, aku hanya ingin ridho-mu, aku hanya ingin kau memaafkanku, tak peduli dengan air basuhan kakimu yang sudah bercampur dengan air mataku, saat itu...hatiku hampa...aku hanya ingin kau sehat, aku hanya ingin kau bisa bercanda lagi, kau bisa melihat aku lulus kuliah, kau bisa melihat kakakku menikah, sudahi semua kesedihan ini bunda...aku hanya ingin kau sehat...enyahlah "depresi" yang membuat bundaku menjadi sosok lain yang gak aku kenal..
aku mencintaimu bunda, demi nafas yang aku hirup, aku mencintaimu dengan sangat, melebihi cintaku kepada orang-orang disekitarku, meskipun aku yakin, sampai detik kapanpun tak akan pernah bisa aku balas kasih dan cintamu...
aku mencintaimu bunda...sangat, saat kutuliskan ini, semua memori tentangmu hadir..
andai ada kata2 yang bisa mewakilkan perasaan sayangku padamu saat ini...
Aku mencintaimu bunda...
Aku mencintaimu bunda...
lekaslah sembuh...
Jadilah sosok bunda yang aku kenal dulu...
Aku mencintaimu bunda...
Dalam Tangis
by...Na
Friday, September 12, 2008
Cinta Untuk Bunda
Saat mendengar berita kau sakit, sungguh aku seolah disengat listrik jutaan voltase, jantung yang biasanya berdetak 60-75detak/minute, kini lebih dari itu...
Saat itu juga, ingin kulangkahkan kaki keluar kostan menghambur ke pelukanmu, memeluk tubuh lemahmu, mengusap air mata yang selalu meleleh di pelupuk matamu..
Bunda...sungguh tak pernah kubayangkan jalan hidup yang musti kita lewati akan membawamu ke titik "depresi". Bunda, apa yang engkau pikirkan???apa yang ada dalam benakmu saat ini.
Saat kau sehat, aku acuh padamu, selalu dengan perasaan gak peduli, marah, kecewa atas keputusanmu untuk menghadirkan keluarga baru untukku, tapi ketika kau sakit, aku seolah jadi anak paling kerdil di hadapan_Nya...
Apa yang musti aku lalukan untuk menyembuhkanmu, untuk menyembuhkan luka yang telah aku tanamkan di ulu hatimu, bunda...tataplah aku, tataplah air mata ini yang belasan jam yang lalu selalu keluar dan tak bisa ku bendung lagi. Bunda sadarlah dari sakitmu...sangat kunantikan engkau yang ceria, penuh canda tawa.
Aku hanya ingin jadi anak yang berbakti bunda, kucoba cuci kakimu, sambil aku bersimpuh memohon maaf untuk semua dosa yang telah aku lakukan hingga membuatmu sakit, engkau pun tak kuasa menahan tangis, kau peluk aku erat, mencoba mengangkat tubuh ku dan membawanya ke pelukanmu, aku masi tetap dalam posisi menunduk sambil ku usap kakimu dan ku basuh dengan air, aku hanya ingin ridho-mu, aku hanya ingin kau memaafkanku, tak peduli dengan air basuhan kakimu yang sudah bercampur dengan air mataku, saat itu...hatiku hampa...aku hanya ingin kau sehat, aku hanya ingin kau bisa bercanda lagi, kau bisa melihat aku lulus kuliah, kau bisa melihat kakakku menikah, sudahi semua kesedihan ini bunda...aku hanya ingin kau sehat...enyahlah "depresi" yang membuat bundaku menjadi sosok lain yang gak aku kenal..
aku mencintaimu bunda, demi nafas yang aku hirup, aku mencintaimu dengan sangat, melebihi cintaku kepada orang-orang disekitarku, meskipun aku yakin, sampai detik kapanpun tak akan pernah bisa aku balas kasih dan cintamu...
aku mencintaimu bunda...sangat, saat kutuliskan ini, semua memori tentangmu hadir..
andai ada kata2 yang bisa mewakilkan perasaan sayangku padamu saat ini...
Aku mencintaimu bunda...
Aku mencintaimu bunda...
lekaslah sembuh...
Jadilah sosok bunda yang aku kenal dulu...
Aku mencintaimu bunda...
Dalam Tangis
by...Na
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
bagus, tapi kalau bisa sayang & cinta ama orang tua terutama ibu kamu. kalau bisa jangan cuma lewat kata2 tp dengan action, biar mereka tau bahwa u benar2 menyayangi mereka
ReplyDeletehummm..
ReplyDeleteNa,,, na
g Tau ni musti ngomong apa..
yang pasti..
saat itu adlh hari dimana ni bener2 meraskan kiamat kecil..
gila... betapa jahatnya orang itu pe mbuat wanita yg kita sayangi menderita seperti itu...
betapa jahatnya hidup hingga mebuat wanita yg kita sayangi menjadi desperate...
ya Tuhan,, berikanlah kebahagiaan dunia akhirat untuk satu2 nya wanita yg aku panggil mami..
dan untuk 'Na..
seMua ada hikmahnya, lihat..
kita skrng jadi befikir 2 kali tuk sekedar meningalkan mami meskipun cm sedetik..
all love for mami n 'na
na...
ReplyDeletei want 2 help u.
i want 2 take u away from ur mothaf***in' nightmare. but, i don't know what i have 2 do. i can only pray 4 u, asking 2 God en wish ur suffering will be done.
amin...
keep on d'line, na...!