Awalnya kita hanya mengenal sebatas nama.
Menyapa dalam diam.
Berbicara sejarang munculnya pelangi.
Lalu masing-masing dari kita merasakan kecanduan.
Awalnya kita hanya berbicara tentang mereka.
Pekerjaan dan hal-hal sepele yang tidak penting.
Tertawa tanpa arti.
Memicing satu sama lain.
Tak berani saling memandang.
Apalagi mengucap mesra.
Lalu kita mulai berjabat tangan.
Berbicara lebih sering dan rutin.
Serutin mentari pagi terbit.
Kita tak lagi malu.
Saling memanggil nama dengan mesra.
Ada ‘aku’ dan ‘kamu’
Lalu kita mencicipi kopi di senja hari
Menanti dengan diam meluruhnya warna jingga
Kita menjadi gagu
Ketika teriakan anak kecil merusak suasana khidmat itu
Ya.. dia ada melengkapimu
Kita telah menghabiskan rindu
Menikmati tiap jengkal kulit tanpa kain
Menjalani tiap detik dengan praduga
Angin menerpa wajah kita perlahan
Kita terbangun dengan sadar
Tak ada lagi kecupan halus
Kita bergegas
Menuju suatu tempat yang tak sama
Langkah-langkah kita menjadi pertanda
Ada cerita dibalik selimut
Tanpa pernah mereka tahu
Dan kita telah begitu hapal menerjemahkan rasa.
Cibiru, 30 Juli 2013
No comments:
Post a Comment