Monday, May 20, 2013

Cinta dalam Sekeping Koin


Warna kuning keemasan dalam koin itu mengkilat seolah menyerap senja yang baru saja lengser, senja yang memudar perlahan mengundang ribuan burung walet membentuk barisan cantik di angkasa terbang menuju rumahnya, pemandangan yang mewah katamu. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKmc4_SwYOjkVf_QR56fEkrXpKZqjyMsdStuYBIgf-JJF60s4htwpxDhKIsGj5LYQz7yTH90H8w4Sthutl-RaXYI0Z9y56BNj5aX5VwR6qYRKMvoO_rY_eu6HaupSS6DgLrYdR_AzhLYWq/s400/koin_emas.jpg

Lalu senja yang terserap dalam koin itu kamu bagi ke seluruh tubuhku, punggung, pundak, bahu, tangan, tanganmu begitu terlatih membagi senja. Kamu bilang, senja adalah kesederhanaan, warnanya tidak menyilaukan, tetapi meneduhkan. Bercerita tentang senja aku jadi ingat pada sepotong senja yang dikirimkan Sukab untuk Alina, senja yang dikerat Sukab dari langit, disisipkannya pada amplop, amplop di tutup rapat agar senja tak membaur. Ketika Alina membuka amplopnya maka senja pun memendar ke seluruh ruangan, rambut Alina menjadi kuning keemasan, senja yang terkerat pun tak marah, dia malah sumringah, sepotong badannya bisa membuat arti.

Begitupun dengan kamu, kamu tempelkan warna kuning keemasan dari koin uang lima ratus itu keseluruh tubuhku, menempelkannya memakai aturan, bukan Cuma waktu yang banyak tapi hati dan pikiran juga harus terlatih katamu, harus sedetail itukah cara menempelkan koin di badan?tanyaku..

Lalu kamu menghentikan gerakanmu, dan menatapku, kamu berujar... “bukan hanya tentang ilmu cara menempel koin di badan yang harus dilakukan dengan hati, tapi semua hal didunia ini, memerlukan nurani untuk melakukannya”.

Aku terkesiap mendengarnya, menelan ludah yang hampir kering, merasakan semilirnya udara dingin buatan. Aku menatapmu tak percaya.. dan terdiam hanya untuk mencerna apa yang kamu ucapkan.

Lihat, badanmu berlumur warna kuning keemasan, penempelan koinnya sempurna katamu.

Aku tak melihat kecacatan itu, kuanggukan kepala tanda setuju.

Biarkan dulu badanmu tanpa sehelai benang, tunggu 10 menit, warnanya akan melekat dan menyatu dengan kulitmu.

Ada sesuatu yang baru, ada hal yang hilang... rasa sakit perlahan hilang, seiring dengan melekatnya warna kuning keemasan bercampur jingga yang melekat ditubuhku perlahan, aku merasa nyaman.

Aku menatap jendela, jingga senja dilangit timur redup, lalu aku melihat tubuhku,.. senja berpendaran tanpa suara.  



________________________
Ket : gambar dipinjam dari sini

No comments:

Post a Comment