Thursday, April 27, 2017

DELETE BLOG

Mungkin sesuatu tak pernah dianggap penting sampai kita harus benar-benar melenyapkannya. Atau mungkin sesuatu itu sangat berbahaya hingga kita dengan serius harus menghapus jejaknya. Kisah cinta masa lalu bisa saja menjadi teror bagi siapapun, untuk saya ataupun kamu.

Saya rajin menulis, menulis apa saja. Kadang-kadang tulisan itu bagus dan layak untuk dibaca umum, seringkali hanya menjadi file yang terbengkalai di laptop. Sebenarnya menulis selain melegakan juga bisa membahayakan. Ada saja orang yang tak suka dengan apa yang kita tulis lantas dia kurang kerjaan dan mengomentari tulisan kita, alih-alih mengambil pelajaran dari apa yang kita tulis malah menjadikan tulisan kita untuk menyerang personal. Menulis memang pekerjaan berat.

Saya dulu mempunyai kekasih yang juga rajin menulis, dialah yang mengajari saya untuk terampil memainkan kata-kata. Tetapi sayang, seiring dengan hubungan kami yang kandas sepertinya dia sudah lelah membuai kata. Dia berhenti menulis. Menghapus jejak-jejak tulisannya. Blog pribadinya yang berisi tentang kisah cinta saya dengan dia pun tak segan di delete. Surat-surat elektroniknya, foto dan video yang dikirimkan ke saya bertahun-tahun lalu tak segan dibuang dari komputer. Sayang sekali kebiasaan menulis pun berhenti hanya karena terhimpit rasa bosan dan sesal pernah mencintai. Dia takluk pada ketakutannya. Dia menutup ruang ekspresinya. Dia berpikir menjalani hidup dengan pasangannya yang baru berarti harus membuang habis yang lama. Untungnya bagi saya tak jadi soal, Saya terus menulis.
Penyesalan memang tak ditakdirkan hadir di awal. Mantan kekasih saya mengaku menyesal mendelete blognya. Saya pun hanya bisa tersenyum masygul. Bagi saya tiap orang punya perjalanan, dan sangat saya sadari bahwa titik sekarang yang saya jalani akibat perjalanan tersebut.
Relationship memang boleh berakhir, tetapi tentang kenangan, bukti adanya perjalanan, surat-surat, kata-kata cinta, marah, tanya, tak seharusnya dihilangkan begitu saja.

Saya punya beberapa blog. Bersama para kekasih, saya membuat blog-blog tersebut. Surat-surat kami berdua pun bertebaran di ruang maya. Penuh cinta kasih dan inspirasi. Ketika hubungannya telah usai, blog tersebut masih ada dan kadang masih saya buka sampai sekarang, lantas saya pun mengontak mantan kekasih saya dan kami pun saling menertawakan masa-masa yang sudah dilewati bersama. Tak ada yang salah dengan surat-surat. Tulisan selalu jujur, apapun bentuknya.


Membuat pengakuan memang pekerjaan yang tidak gampang. Mengakui bahwa kita pernah mencintai seseorang dan menjalin hubungan dengannya itu cukup. Tak perlu terus-terusan diingat, tapi tak usah juga dihilangkan. Biarkan saja dia berjalan menemukan rutenya sendiri. Jika sudah waktunya dia akan pergi dengan sendirinya, tanpa perlu diminta dan dihilangkan dengan paksa. 


Buah Batu, 27 April 2017
RA












No comments:

Post a Comment