Aku menunggumu hampir bosan, 2 jam dengan sinar matahari yang terik, beruntung aku berada diruangan berpendingin, dandanan yang hampir luntur, kepala yang terlalu pegal karena beberapa kali melonggok kearah jalan berharap ada mobil biru menurunkanmu di depan pintu itu.
Telah kuhabiskan 2 gelas teh manis, 1 gelas jeruk panas, roti kukus juga pisang keju, perutku kembung, sementara kamu tak kunjung datang. Pintu itu membuka sekelebat aku melihat ransel yang biasa kamu kenakan, tulang punggungku tegak seketika, rahangku melemas untuk kemudian kuberikan senyum padamu.
“Lama?maaf jalanan macet ucapmu”, alasan yang sudah terlalu biasa, dan aku hanya manggut saja mendengarnya, ya..tak apa. Kamu tak punya kewajiban untuk datang tepat, seluruh waktu adalah milikmu, bukankah begitu, tanyaku?senyummu melebar, menjawil hidungku seperti biasanya.
Sudah kupesankan menu makan siangmu, daging ayam dan segala jenis hidangan dari ayam lainnya, bukankah buatmu daging ayam tingkatannya selalu lebih daripada daging sapi?sekalipun itu kulit ayam, kupesankan punggung ayam buatmu, "loh kenapa punggung tanyamu?", karena kamu seperti itu, selalu menyisakan punggung untukku, kamu datang ketika kamu ingin, dan kamu pun pergi ketika kamu ingin, bukankah punggung ayam mewakili kamu?ujarku, dengan tanya yang serius.
Sudahlah, aku lapar, debat tentang punggung ayam diteruskan nanti ya, oh ya setelah ini aku ingin menikmati teriakan orang-orang yang menggema ketika naik roller coaster, temani aku ya ujarmu. Aku menggangguk meskipun sebenarnya aku telah bosan dengan teriakan mereka yang sejenis.
Petang tiba, matahari mulai bebenah, saatnya kamu pulang, mobil biru telah menjemputmu, kamu sampirkan kecupan kecil pada dahiku… seperti biasa, seperti yang sudah-sudah.
Apa kamu tahu, kecupanmu adalah hal yang menandakan bahwa kamu nyata?
Apa kamu tahu, kecupanmu adalah jawaban atas doa-doa yang selalu kupinta padaNya setiap saat.
Apa kamu tahu, kecupanmu adalah prolog yang selalu kutulis setiap malam untuk kemudian kuisi dengan mimpi tentang kita…
Apa kamu tahu??kurasa tidak…
Kali ini kamu menghilang, tak menyisakan punggung seperti biasanya, tak pernah kembali lagi.
Yang kamu tinggalkan hanya kenangan melalui kecupan
No comments:
Post a Comment