
salah satu karibku bilang hidup itu seperti roda yang berputar tetapi sayang putarannya tak bisa kebelakang mutlak selalu kedepan. hmmm…mengingat itu aku jadi melamun andai roda kehidupan bisa berputar aku ingin mengesetnya pada tahun 2004,
yups..tahun 2004, tahun dimana aku melepaskan seragam putih abuku, tahun dimana aku mulai melepaskan pita ikatan rambut yang selalu aku gunakan tiap hari, tahun dimana aku masi tinggal bersama mereka utuh, tahun dimana aku harus mengunjungi Bogor, mengingat Bogor aku ingat IPB, andai saja waktu itu aku tak menjadi cewek super manja yang merengek menangis untuk pulang lagi ke rumah dan tetap melanjutkan asrama TPB ku di Bogor..mengingat Bogor selalu membuatku tersenyum kecut, Bogor membuktikan kecintaan orangtuaku terhadapku, mereka sabar menghadapi anaknya yang keras kepala.
atau aku mengesetnya pada tahun 2005, tidak tahun ini kelam untukku, tahun-tahun pertamaku menginjakkan kaki di Jatinangor, sendiri, tanpa dukungan siapapun, hanya segelintir orang yang mendoakanku dan itu tak membantu banyak, aku tak mau kembali tahun ini, aku takut aku tak akan sanggup lagi menjalaninya….tidak bukan tahun 2005 yang aku mau,
atau tahun 2006, tidak tahun ini menciptakan langit yang berwarna gelap untukku, semuanya gelap, bahkan tak ada cahaya sedikitpun, aku berada pada ambang batas terendah kepercayaan diriku, minder yang gak tertolong, menjadi manusia yang tak banyak bicara, diam, bukan karena aku sombong, bahkan karena aku tak mampu untuk bercerita banyak, tawa dan candaan tak membantu, karena tahun 2006 menciptakan sebongkah luka dihatiku yang ketika kutengok lukanya masi ada dan tetep sama sekarang, tidak aku tak mau mengingatnya, bahkan aku mau tidak ada bulan September 2006, tak ada warna lain kecuali hitam.
Lalu aku menoleh 2007, sudah ada sedikit senyuman, tahun ini aku mengingatnya, ingat ketika aku banyak menghabiskan waktu berakhir pekan dengan menonton cd film, atau nongkrong seharian di warnet Imago, atau berkeliling kota kembang hunting DVD, ataupun bercengkrama dengan penjaga rental DVD karena seringnya aku dan karibku menyewa DVD, atau belanja ayam ke Jatos lalu memasaknya, aku menikmati tahun 2007 ini, sangat menikmatinya…hmmm…boleh juga tahun ini aku ulangi.
kemudian melihat tahun 2008, aku tidak mau…tahun ini bencana untukku, waktu mencengkramku kuat, hidup mengajarkanku untuk gak bergantung sama orang lain, bergelut dengan waktu dari hari ke hari selama setahun menjalani rutinitas aktivitas dari pagi hari sampe dini hari, aku lelah pada tahun ini, lelah juga pada keadaan yang selalu tak berpihak padaku, aku menjadi makhluk apatis, dingin, gak berperasaan, bukan salahku, hidup yang mengajarkanku begitu, aku kehilangan seseorang pada tahun ini, ada yang mengambilnya dari sisiku, dan aku benci itu hingga detik ini aku menulisnya, hatiku mendidih mengingatnya, sungguh aku membenci Juli di tahun ini.
atau tahun 2009 ini, ya aku melewatinya penuh perasaan, KKN, skripsi semuanya menyita perhatianku hingga aku berada pada level aku merasa bukan diriku, terbersit suatu keinginan menjadi orang lain, aku menjadi orang yang berbeda, selalu ingin lebih, selalu berteriak, selalu mengeluh dan tak pernah bersyukur, tahun ini aku menyelesaikan studiku, 4 tahun sudah waktu yang kuhabiskan disini dikota kecil jatinangor, perlahan aku mencerna semuanya, sebelum tahun ini berakhir aku hanya ingin Tuhan memberikanku kesempatan untukku lebih dekat denganNya, aku ingin bulan terakhir tahun ini ku habiskan banyak waktu denganNya, aku ingin melengkapi tahun ini dengan segala kebaikan dan kebahagiaan.
Dari semua tahun selalu ada bulan yang aku benci, aku benci awal semester dan akhir tahun, sungguh aku benci, setiap awal semester menguras pikiranku, tak ada yang bisa menolong, cape dengan mencari kos-kosan baru, cape dengan harus selalu mengurus ini dan itu untuk akademikku air mata ini tak membantu banyak hanya membuatku lelah,..
Lepas dari semuanya, aku ingin mengulangi…dari tahun 2004, aku ingin menikmati setiap detiknya maukah KAU mengajakku berkeliling ulang kemasa itu meski hanya mimpi, sekali saja ijinkan aku untuk menjejakkan kaki dirumahku, dirumah kita, saat masi ada mereka…saat masih utuh…saat aku merasakan jiwa ini penuh, saat aku memiliki rasa percaya diri yang luar biasa, saat aku tak perlu merasa minder, saat aku masi sangat bangga dengannya, saat aku masi bisa sangat manja dengan mereka, saat aku memiliki dunia dengan banyak warna, aku kangen masa itu, terlebih aku kangen berada disampingnya…
sendiri, kamar, mengingat masa lalu tanpa rokok dan kopi
(karena aku bukan pecandu rokok dan penikmat kopi)
No comments:
Post a Comment