Wednesday, June 2, 2010

Sesak


rasanya duri-duri mawar ini tak juga berkurang, tak juga menghilang
lagi-lagi, tanpa sengaja tersentuh...
tes... tes... darah-darah segar mengalir, mengikuti lekuk tubuhku
kubiarkan saja... pasrah

aku melihat wanita setengah baya itu...
menangis terisak hebat
menggugat Tuhannya
menceracau berkejar-kejaran dengan air mata yang membuncah
mengeluarkan semua hal yang tak pernah ia mengerti

Kehidupan... ya... kehidupan
ada saatnya terhenti
lalu apa yang kita bawa??

adakah sesuatu yang abadi??


dengan kaki telanjang kuinjak duri-duri mawar itu
berkali-kali,...
hingga kurasakan seluruh tubuhku mengejang hebat
hanya ada satu nama yang kusebut dihati ini
hanya terlintas satu kalimat sederhana untuk ku ucap
ketika semua menjadi gelap
dan matahari tak pernah kulihat lagi


by Na
’dalam sesak yang tak juga mereda’

No comments:

Post a Comment