Oleng....
Waktu yang tanpa batas dengan harapan kosong ini entah sampai kapan, mengingatmu dengan kedua belah mata (bukan sebelah mata) akan menghabiskan waktu tak cukup sehari, aku tak pernah memandangmu sebelah mata, semua hal yang menyakitkan, terlalu tertutup dibanding bahagianya aku di samping kamu, semua hal didiri kamu yang tidak aku sukai semuanya tertutup dengan besarnya rasa sayangku padamu....
Sakit, luka.....setiap orang pasti merasakan itu, sakit ketika aku sadar kalo kamu uda jadi milik orang lain, sakit ketika hari2ku di tempat ini tak kan seindah dulu, apa yang mau diucap, itu yang musti aku jalani, membiarkan ini berlarut juga gak baik, aku hanya sedang belajar untuk ikhlas, ikhlas dengan keadaan saat ini, ikhlas membiarkan kamu bahagia dengan orang lain, ikhlas melepaskan kamu kemanapun kamu pergi tanpa pernah ada genggaman tanganku, aku hanya ingin sekali menguasai ilmu ikhlas....
Detik yang lalu aku telah ikhlas, tapi detik berikutnya aku selalu meradang, mencoba mencaci maki diri sendiri, mencoba menyalahkan jalan dariNya.
Aku memang hanya kupu-kupu kecil yang ditinggalkan pasangan yang sangat ia cintai, kupu2 yang harus mencari arah sendiri, kemanakah aku akan terbang, mengikuti arah anginkah??atau mengikuti sekelompok barisan kupu2 lainnya??mengikuti style mereka.....tidak, aku gak mau mengikuti mereka, aku hanya akan terbang mengikuti arah angin, sambil sesekali menoleh ke belakang berharap kupu2 yang aku cintai datang lagi....meski aku tau itu tak akan pernah terjadi....
Aku terbang menunduk....terpejam, oleng...tanpa pegangan disamping aku, aku lawan arus angin, aku terpelanting, aku lawan arus hujan, aku basah....basah dalam air mata...basah yang berkepanjangan, basah yang tanpa akhir....menunggu musim semi....mungkin masi lama, itu artinya semi di hatiku pun akan masi lama.....atau tak akan pernah ada lagi musim semi dihatiku, ketika ku yakini kalo saat-saat terindahku hanya ketika aku disampingmu....
Aku harus meneruskan perjalananku, perjalanan yang pincang, lagi2 aku musti bersahabat dengan waktu, berdamai dengan ruang, dan berteman dengan sedih, gelisah juga kangen yang amat sangat....
“Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti diriku dan dirimu yang menjadikannya satu”
“Begitupun aku hanya ingin melepaskanmu dengan cara sederhana, sesederhana pikiranmu tentang kebahagian semu...”
“Tapi satu hal, aku tak pernah bisa melupakanmu dengan cara sederhana, itu sangat sulit, dan jangan paksa aku untuk merubahnya jadi sederhana.... “
Aku hanya yakin, kalo kau memang tecipta untukku, suatu hari nanti entah....kapan itu, bulan depan, tahun depan, 5 tahun lagi atau bahkan 10 tahun lagi, kita akan bersama meski situasi dan kondisi yang sudah gak sama.
Aku cuma ingin membuktikan tentang rasa sayangku padamu yang tak berujung dan tak terukur, itu artinya ikhlas membiarkan kamu bahagia dengan orang lain, meski prosesnya harus membuatku lumpuh.
Mizz U here....:(
By
"Na
Tak sengaja aku menemukan file ini, ditumpukan tulisan ku yang lainnya, kubaca berulang dan aku hanyut didalamnya, teringat saat itu, aku terpuruk...kubiarkan diriku terjatuh...tak ku hiraukan sodoran tangan orang lain untuk ku raih, aku hanya ingin engkau...tapi engkau tetap memilihnya...
dan sekarang...kubaca lagi file ini, aku tersenyum manis, keikhlasanku..berbuah manis..aku ikhlas..dan akupun bisa berdiri lagi, kuterima sodoran tangan orang lain, kuraih, dan kuberjalan dengannya, kuayunkan langkah, ringan, seringan aku menghirup oksigen, buahnya ikhlas itu indah, meski itu memang perlu waktu...
berjuta terimakasihku untuk kamu, karena luka dan bahagia yang kau tulis dalam dinding hatiku, membuatku semakin menyelami relung hati, tetapi tetap saja aku harus bekerja keras untuk terus mengarungi palung-palung samudra.
terima kasih telah menjadi salah satu sumber inspirasiku...
terima kasih untuk pelajaran berhargai ini
dedicated 4 U dear..
dengan hati dan luka yang masi tersimpan untuk kamu...
postingan ini kupersembahkan...
Friday, December 19, 2008
Menguak Kembali
Oleng....
Waktu yang tanpa batas dengan harapan kosong ini entah sampai kapan, mengingatmu dengan kedua belah mata (bukan sebelah mata) akan menghabiskan waktu tak cukup sehari, aku tak pernah memandangmu sebelah mata, semua hal yang menyakitkan, terlalu tertutup dibanding bahagianya aku di samping kamu, semua hal didiri kamu yang tidak aku sukai semuanya tertutup dengan besarnya rasa sayangku padamu....
Sakit, luka.....setiap orang pasti merasakan itu, sakit ketika aku sadar kalo kamu uda jadi milik orang lain, sakit ketika hari2ku di tempat ini tak kan seindah dulu, apa yang mau diucap, itu yang musti aku jalani, membiarkan ini berlarut juga gak baik, aku hanya sedang belajar untuk ikhlas, ikhlas dengan keadaan saat ini, ikhlas membiarkan kamu bahagia dengan orang lain, ikhlas melepaskan kamu kemanapun kamu pergi tanpa pernah ada genggaman tanganku, aku hanya ingin sekali menguasai ilmu ikhlas....
Detik yang lalu aku telah ikhlas, tapi detik berikutnya aku selalu meradang, mencoba mencaci maki diri sendiri, mencoba menyalahkan jalan dariNya.
Aku memang hanya kupu-kupu kecil yang ditinggalkan pasangan yang sangat ia cintai, kupu2 yang harus mencari arah sendiri, kemanakah aku akan terbang, mengikuti arah anginkah??atau mengikuti sekelompok barisan kupu2 lainnya??mengikuti style mereka.....tidak, aku gak mau mengikuti mereka, aku hanya akan terbang mengikuti arah angin, sambil sesekali menoleh ke belakang berharap kupu2 yang aku cintai datang lagi....meski aku tau itu tak akan pernah terjadi....
Aku terbang menunduk....terpejam, oleng...tanpa pegangan disamping aku, aku lawan arus angin, aku terpelanting, aku lawan arus hujan, aku basah....basah dalam air mata...basah yang berkepanjangan, basah yang tanpa akhir....menunggu musim semi....mungkin masi lama, itu artinya semi di hatiku pun akan masi lama.....atau tak akan pernah ada lagi musim semi dihatiku, ketika ku yakini kalo saat-saat terindahku hanya ketika aku disampingmu....
Aku harus meneruskan perjalananku, perjalanan yang pincang, lagi2 aku musti bersahabat dengan waktu, berdamai dengan ruang, dan berteman dengan sedih, gelisah juga kangen yang amat sangat....
“Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti diriku dan dirimu yang menjadikannya satu”
“Begitupun aku hanya ingin melepaskanmu dengan cara sederhana, sesederhana pikiranmu tentang kebahagian semu...”
“Tapi satu hal, aku tak pernah bisa melupakanmu dengan cara sederhana, itu sangat sulit, dan jangan paksa aku untuk merubahnya jadi sederhana.... “
Aku hanya yakin, kalo kau memang tecipta untukku, suatu hari nanti entah....kapan itu, bulan depan, tahun depan, 5 tahun lagi atau bahkan 10 tahun lagi, kita akan bersama meski situasi dan kondisi yang sudah gak sama.
Aku cuma ingin membuktikan tentang rasa sayangku padamu yang tak berujung dan tak terukur, itu artinya ikhlas membiarkan kamu bahagia dengan orang lain, meski prosesnya harus membuatku lumpuh.
Mizz U here....:(
By
"Na
Tak sengaja aku menemukan file ini, ditumpukan tulisan ku yang lainnya, kubaca berulang dan aku hanyut didalamnya, teringat saat itu, aku terpuruk...kubiarkan diriku terjatuh...tak ku hiraukan sodoran tangan orang lain untuk ku raih, aku hanya ingin engkau...tapi engkau tetap memilihnya...
dan sekarang...kubaca lagi file ini, aku tersenyum manis, keikhlasanku..berbuah manis..aku ikhlas..dan akupun bisa berdiri lagi, kuterima sodoran tangan orang lain, kuraih, dan kuberjalan dengannya, kuayunkan langkah, ringan, seringan aku menghirup oksigen, buahnya ikhlas itu indah, meski itu memang perlu waktu...
berjuta terimakasihku untuk kamu, karena luka dan bahagia yang kau tulis dalam dinding hatiku, membuatku semakin menyelami relung hati, tetapi tetap saja aku harus bekerja keras untuk terus mengarungi palung-palung samudra.
terima kasih telah menjadi salah satu sumber inspirasiku...
terima kasih untuk pelajaran berhargai ini
dedicated 4 U dear..
dengan hati dan luka yang masi tersimpan untuk kamu...
postingan ini kupersembahkan...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment