Sunday, November 23, 2008
Sang Merpati
Pertama mengenalmu, aku bagai sosok merpati yang baru lepas dari sangkarnya, malu untuk terbang, malu untuk berinteraksi, malu untuk menggapai dunia yang telah lama engkau rengkuh...aku hanyalah aku seorang merpati yang baru keluar dari sangkar sang pemilik, dengan sayap yang belum kokoh, dan enggan untuk menemukan sesuatu yang baru...
Mengenalmu lebih lama, dekat denganmu, aku mempunyai keberanian untuk lebih mengepakkan sayap ini, untuk lebih mengangkasa, menjelajahi semesta dengan segala isinya, mengagumi keindahan jagat raya dengan segala keanekaragamannya..Kau mengajakku terbang, menyentuh indahnya awan, melihat hijaunya bukit, dan birunya laut, kau membawaku mendekati pelangi...
Kau...mengajakku berkeliling, tak hentinya kau membahagiakan aku... kau mendampingiku sambil memperlihatkan keindahan yang lain, dunia yang benar2 beda, dunia yang baru ku kenal, terbang bersamamu membuat aku sangat bahagia, apalagi kau menjadikanku merpatimu...kau sangat memujaku, kau bilang aku mempunyai sayap yang indah...sayap yang membuat kau betah terbang bersamaku, sayap yang membuat kau mengacuhkan merpati lain, dan kau bilang bahwa aku merpati yang mempunyai kepribadian...
Bersamaku kau meninggalkan dunia lamamu, kita selalu terbang bersama menciptakan dunia baru, dunia yang membikin merpati lain iri, kita egois, kita tak membiarkan seseorang pun merusak dunia kita, kita tertutup untuk tak menerima merpati yang lain...
Ini adalah milik kita, ini dunia kita, apa yang kau punya adalah punyaku, begitu sebaliknya...semua yang kupunya adalah kepunyaanmu, sayap indah ini hanya untukmu sayang, yang bisa menyentuh dan merasakan tubuh ini hanya kau...merpatiku.
Aku sangat takut kehilanganmu, kehilanganmu adalah kehilangan duniaku, aku takut kau lelah mengajariku terbang, aku takut kau lelah mendengar cerewetnya siulku, aku takut kau lelah dengan tingkahku yang terkadang apatis, merpatiku andai suatu saat nanti entah dikerajaan manusia dibelahan manapun, jika ada acara pernikahan apapun itu namanya aku gak cukup ngerti dengan istilah manusia, aku ingin meminjam tempat disana, meminjam penghulu dan kau harus memberiku mahar...kita menikah disana...tapi yang aku sesalkan apakah kerajaan manusia akan menerima kita.....:(..
Seandainya itu mungkin aku akan menjadi merpati bahagia hidup bersamamu dan mendapat pengakuan dari kerajaan manusia, dan seandainya itu gak mungkin, aku gak akan murung...karena aku yakin aku akan selalu terbang bersamamu, berdua denganmu, menjelajahi belahan bumi yang belum kita jelajahi, mencari keindahan yang ditawarkan semesta, menjelajahi galaksi andromeda ini...hanya bersamamu..hanya bersamamu.....
Aku hanya berharap kau gak lelah, dan kaupun merasakan kebahagian yang sama dengan yang aku rasa.
Aku sayang kamu dengan seluruh rasa yang ada dihati ini...aku mencintaimu dengan sangat merpatiku....karena kamu yang mengajakku melintasi semesta ini
With Love...
"Sang Merpati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment