Tadi malam saya makan di sebuah cafe vegan. Suasana bulan desember nampak disambut dengan hangat. Dekorasi pohon natal sederhana dan playlist musik natal yang diputar memanjakan indera. Rasa tenang menyusup di dalam dada, membuat tak ingin beranjak.
Saya menikmati sajian makanan vegan dengan penuh kesadaran, merasakan bahan makanan yang hanya berbahan baku sayur-sayuran tersebut. Ada kelegaan luar biasa ketika sudah mampu menolak ego untuk tidak mengikuti keinginannya memakan hewan. Sejenak ada ucapan syukur yang terselip dalam setiap suapan. Meski sampai hari inipun saya masih belajar, namun enam bulan sejak saya memutuskan menjadi vegetarian rasanya hari-hari saya menjadi berbeda.
Tepat di hadapan saya ada kata-kata yang ditulis di dinding “Bahagia Saat Ini”, kalimat ringkas yang maknanya sangat dalam. Mengapa kalimat tersebut harus ditulis dan dipampang di area yang semua orang bisa melihatnya? Ini seperti sebuah kesengajaan dan seruan yang bersifat mengingatkan. Apakah keadaan sudah sedemikian genting sehingga manusia perlu diingatkan untuk “Bahagia Saat Ini?”.


